Maintenance

Pressure Switch

MENGATUR FREKUENSI START-STOP POMPA DENGAN TANGKI TEKAN DAN PRESSURE SWITCH

Tulisan ini dimaksudkan sebagai lanjutan tulisan lalu mengenai prosedur start stop pompa/fan dengan daya besar dan mengatur kerja pompa. Untuk mengurangi frekuensi start stop yang tinggi apabila digunakan sistem pengaturan dengan pressure switch saja, pada umumnya pompa dilengkapi dengan tangki tekan. Tangki tekan merupakan tabung yang akan diisi udara pada bagian atasnya, sedangkan di bagian bawahnya berhubungan langsung dengan sis keluaran pompa sehingga air dapat masuk ke dalamnya. Desakan air inilah yang akan memampatkan udara yang berada di atasnya sehingga volume udara mengecil dan tekanan naik yang dapat mengakibatkan tekanan di sisi keluaran pompa naik. Bila telah dicapai tekanan setting tertingginya, maka pressure switch akan memutus arus menuju motor sehingga pompa mati. Bila air dipakai lagi, maka air yang berada dalam tangki tekan akan berkurang sehingga udara yang berada di atasnya akan mengembang (volumenya bertambah) dan tekanan tangki turun terus sampai pada tekanan setting terrendahnya yang menyebabkan pressure switch akan berkontak kembali, arus listrik mengalir ke motor dan pompa bekerja kembali. Dengan demikian waktu antara stop dan start kembalinya motor bergantung pada setting pressure switch dan volume udara yang berada dalam tangki. Makin banyak udara dalam tangki, waktu antara start stop akan semakin lama yang berarti semakin jarang pula frekuensi start stop. Dengan kata lain kalau diinginkan start stop pompa yang jarang, untuk meningkatkan umur motor beserta pressure switch, pilihlah tangki tekan yang ukuran atau volumenya lebih besar. Berikut ini contoh dua pompa dengan ukuran tangki tekan yang berbeda. Sebelah kiri memiliki tangki tekan dengan ukuran yang lebih besar.

Dalam operasinya tentu saja pompa sebelah kiri akan lebih jarang start stop dibanding pompa sebelah kanan. Namun demikian kita tidak perlu kurang akal untuk menjarangkan frekuensi start stop pompa sebelah kanan, misalnya dalam kasus yang kita miliki sudah terlanjur seperti pompa sebelah kanan. Caranya adalah dengan membeli tangki tekan tambahan dengan ukuran yang kita inginkan dan memasangnya pada saluran pipa keluar pompa. Tentu saja kita butuh sambungan T yang relevan. Adanya tambahan tangki tekan mengakibatkan volume udara bertambah sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memanpatkan dan mengembangkan menjadi lebih lama. Selamat mencoba, semoga berhasil dan umur motor dan pressure switch pompa anda akan semakin lama.

Submersible Pumps - Technical Instalation

Memahami Pompa Benam ( Submersible Pump )

Seperti Nostalgia saja, hari ini saya menerima laporan dari bagian Maintenance satu Pompa Submersible yang dimiliki perusahaan bermasalah.  Saya teringat dengan kejadian yang samasetahun lalu saat bekerja di industri pengolahan makanan di Denpasar, pompa submersible yang mensuplai air untuk proses produksi debitnya turun drastis, dari beberapa pompa, titik inilah yang memiliki debit terbesar. akibatnya cadangan air yang kami miliki benar-benar minim.  Perlu anda ketahui industri pengolahan makanan memerlukan air dalam jumlah besar per hari, mengingat kejadian itu, benar-benar merepotkan. Endingnya kurang lebih mirip, diangkat, bagian maintenance melakukan cleaning, sialnya saat dipasang kembali, ternyata tetap tidak berfungsi bahkan mati total.
 
Instalasi Pompa Submersible

 

Pompa Submersible
Pompa Submersible (pompa benam) disebut juga dengan electric submersible pump (ESP ) adalah pompa yang dioperasikan di dalam air dan akan mengalami kerusakan jika dioperasikan dalam keadaan tidak terdapat air terus-menerus. Jenis pompa ini mempunyai tinggi minimal air yang dapat dipompa dan harus dipenuhi ketika bekerja agar life time pompa tersebut lama. Pompa jenis ini bertipe pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal sendiri prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing.
 
Komponen Pompa Submersible
Prinsip kerja pompa jenis ini berbeda dengan jenis Jet Pump. Jika pompa yang saya sebut erakhir bekerja dengan cara menyedot air, jenis pompa submersible bekrja dengan mendorong air ke permukaan.
Berikut kelebihan dari jenis pompa submersible :
1.  Biaya perwatan pompa yang rendah
2.  Tidak bising, karena berada dalam sumur
3.  Pompa memiliki pendingin alami, karena pompa posisinya terendam dalam air
4. System pompa tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing, jadi  problem yang biasa terjadi pada pompa permukaan ( Jet Pump ) seperti keausan bearing dan shaft tidak terjadi.
Detail  Parts Drawing 
 
Metabo SUBMERSIBLE PRESSURE PUMP TDP1000/7/025010011610 Spare Parts
 
1 – MULTI-ADAPTOR 2X1″AGX1″TÃŒLLE X3/4″AGX3/4MET-0903018410.0
2 – O-RING 28.25X2.62 ETMET-7632633054.0
3 – CHECK VALVEMET-7831609421.1
7 – CAPACITOR 12.5UF/400V ETMET-8050171656.1
8 – SLEEVE. CABLE SUPPORT ETMET-1341182251.1
9 – CLAMPING RING ETMET-1341182243.8
11 – CROSS REC’D PAN HEAD TAP.SCREW ST 4.2X32MET-6172006963.6
12 – RAISED CHEESE HEAD SCREWMET-6123022619.7
13 – SERRATED LOCK WASHERMET-6304084020.27
14 – MEDIUM WASHERMET-6300016330.61
19 – ELECTRIC MOTOR ASSEMBLY ETMET-8012633093.0
21 – PACKING RINGS ETMET-1349633023.1
23 – O-RING 90X5.4 ETMET-7632182222.4
24 – O-RING ETMET-7632633046.1
25 – PUMP CASING ETMET-1341633172.1
26 – O-RING ETMET-7632633062.2
28 – DIFFUSOR SUPPORT ETMET-1349633163.0
31 – PACKING RING ETMET-1349633031.1
32 – IMPELLER ETMET-1341633148.0
33 – O-RING ETMET-7632633070.0
34 – DIFFUSOR ETMET-1349633139.1
35 – DIFFUSOR LOCK ETMET-1349633120.1
38 – STAINLESS STEEL FILTER ETMET-1349633112.0
39 – BOTTOM PANEL ETMET-1341633105.1
40 – CAP ETMET-1349633082.1
 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=gzHKrAEebxw
Langkah Perbaikan  Pompa Submersible


Debit air yang lebih kecil merupakan tanda-tanda pompa mengalami masalah. Jika tidak ditangani  masalah matinya pompa tinggal menunggu waktu.
Untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi, berikut langkah yang pernah dan biasa kami lakukan.
1. Jika pompa mati, cek Capasitor. Ganti terlebih dahulu jika komponen ini  tidak berfungsi.
2. Sambil di running, cek Ampere kabel power saat  pompa running. Jika lebih cukup tinggi ( > 10 A ) ada beberapa kemungkinan, 1)  motor mendapat beban cukup berat. ( Benda asing  seperti  endapan tanah merah, tanah kapur, dll.), volume air sudah berkurang, pompa bekerja dalam air dengan batas sangat minimum/kering dalam waktu yang lama, dan 3) lilitan kumparan stator bermasalah..3. Instalasi pompa submersible standard dilengkapi  safety untuk mendeteksi kedalaman air berupa sensor electroda. Jika sensor ini dalam kondisi baik, turunnya kedalaman air dalam batas minimum akan terdeteksi, dan automatis memutus power ke motor.

Beberapa teknisi kadang hanya mengandalkan TOR ( Thermal Overload Relay ) yang terpasang pada Contactor untuk mendeteksi kondisi pompa dan kedalaman air. Biasanya logika yang dipakai, saat kedalaman air berada dalam batas minimum, motor akan berputar dalam kondisi kering, ini akan menyebabkan kenaikan temperature motor dan ampere motor. Kenaikan dalam batas setting ampere pada TOR akan menyebabkan Contactor memutus hubungan power.
Namun teknik ini sangat tidak disarankan, prinsipnya kedalaman air tanah harus dideteksi dengan sensor yang mendeteksi kondisi langsung. Dalam jangka panjang penggunaan setting ampere pada TOR menyebabkan lilitan stator bermasalah ( short ).

4. Perhatikan  debit air, jika semburan awal tinggi kemudian melemah, kemungkinan besar volume air dalam sumur  berkurang. Jika semburannya lemah mulai dari awal motor running, ini tanda-tanda problem dari motor.
5. Angkat pompa submersible ke permukaan. Periksa kondisi fisik, adakah benda asing yang menghambat putaran shaft atau impeler. Kami pernah temui tali rafia terlilit, entah dari mana datangnya makhluk ini.

6. Cek ulang Level  kedalaman air dengan menggunakan tali ber-pemberat. Ukur  kedalaman air dan  jarak permukaan ke dasar. Saya juga pernah temui, sumur yang longsor dibagian dasarnya, kemungkinan struktur tanah labil atau efek getaran  gempa. inormasi ini penting saat penempatan titik pompa dan setting posisi sensor electroda.

7. Jika anda yakin tidak ada masalah dengan volume air dalam sumur. Fokuslaah untuk perbaiki pompa
8. Jika anda merasa yakin untuk melakukan cleaning, berilah tanda terlebih dahulu sepanjang bodi casing penutup impeler, untuk memastikan posisi pasang seperti awal. Buka impeller satu persatu, cuci lalu pasang kembali. Setelah itu buka impeller  berikutnya.
9. Periksa kondisi impeller, dan shaft. Jika sudah aus atau cacat , catat Type pompa submersible anda, lalu  dapatkan parts original di suplier resmi.

 
Impeller kondisi Not Ok

10. Cek tahanan lilitan kumparan pada rotor, jika tahanan menunjukkan nilai yang rendah, menunjukkan kumparan bermasalah, misal bocor. Jika anda menemui masalah ini, saya sarankan untuk mengganti dengan pompa yang baru.

11. Jika sudah  selesai cleaning dan pompa dirakit kembali. Test terlebih dahulu didalam bak air, debit air keluar dan ampere motor.

12. Jika tidak ada perubahan, jangan diteruskan eksperimen anda. Segera hubungi  Service Pompa resmi dan terpercaya. Setelah selesai service, minta pompa ditest kembali dan lihat ampere motor saat running. Jika masih cukup tingggi ( >10 A ), jangan diterima. Perbaikan belum  complete.
Saya rekomendasikan pemasangan dilakukan oleh  petugas service, ini penting jika anda ingin mendapat garansi perbaikan
13. Bersiaplah untuk kecewa, jika pompa submersible anda tidak dapat di repair.  Solusinya hanya satu, beli baru. Ini yang terjadi satu tahun lalu, tanpa rasa bersalah, si tukang service bilang seharusnya kami menservice pompa secara rutin dengan perhitungan  satu paket. Angkat, Cleaning, dan pasang kembali.  Saran yang aneh, bukannya  kami pakai submersible supaya biaya perawatannya murah ?

Pompa SB untuk Aplikasi Sumur Dangkal & Transfer

Deskripsi Produk Pompa SB

Pompa SB merupakan pompa submersible yang digunakan untuk memompa air bersih. pompa ini pada khususnya cocok untuk aplikasi air hujan.

Dua Versi utama dari pompa ini.

  • Dengan saringan penghisap yang terintegrasi ( lubang 1 mm )
  • Dengan ceruk samping yang termasuk pipa air penghisap yang fleksibel dengan penghisap saringan yang mengambang ( lubang 1 mm )

Pada kedua versi tersebut, pompa bisa diberi tombol pengambang ataupun tidak. tombol pengambang tersebut dapat digunakan untuk pengoperasian otomatis ataupun perlindungan dry-running pada pompa tersebut.

Fitur dan Kelebihan Pompa SB

Pengoperasian tanpa menimbulkan suara.

Pompa SB Adalah pompa celup yang tidak berisik, karena pompa ini tidak menghasilkan suara ketika di rendam di dalam air.

Tingkat Kelayakan Tinggi

Pompa SB dibuat dari susunan materi dan baja anti-karat yang tahan terhadap korosi. terlebih lagi, pompa SB mempunyai saringan penghisap dari baja anti-karat yang menghindarkan pompa dari partikel-partikel lain.

Perlindungan Terintegrasi Pompa SB

Pompa SB memiliki perlindungan terhadap suhu berlebih.

Saringan Penghisap Yang Mengambang Pompa SB

Model dengan saringan penghisap yang mengambang ( terapung ) selalu mengambil air di bagian permukaan air yang lebih bersih dan bebas dari kotoran-kotoran yang mengendap di dasar bak penampungan air.

Rekomendasi Umum

Jika kedalaman tangki air lebih dari 1.5 Meter, maka model dengan saringan pengambang bisa digunakan. Tetapi, jika kedalaman tangki air kurang dari 1.5 Meter, maka model saringan penghisap biasa digunakan.

 

pompa sumur dangkal - SB Series Grundfos Pumps

KAMJaya - Pompa

Definisi Pompa

Pompa merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan zat cair dengan meningkatkan tingkat energi zat cair tersebut. Secara umum ada dua cara untuk meningkatkan energi tersebut, yaitu dengan mengkompres fluida dengan volume tetap pada ruang terbatas, cara ini digunakan pada pompa positive displacement, sedangkan cara satu lagi adalah menaikkan tekanan dengan memanfaatkan sudu putar untuk meningkatkan kecepatan fluida.
Sistem pemompaan bertanggung jawab terhadap hampir 20% kebutuhan energi listrik dunia dan penggunaan energi dalam operasi industri tertentu berkisar antara 25-50%. Pompa memiliki dua kegunaan utama, yaitu:
  1. Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air).
  2. Mensirkulasikan cairan (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan).

Komponen utama sistem pemompaan secara umum adalah sebagai berikut:

  • Pompa.
  • Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistem udara tekan.
  • Piping (pemipaan), digunakan sebagai tempat mengalirnya fluida.
  • Valve (kerangan), digunakan untuk mengendalikan laju alir dalam sistem.
  • Fitting (sambungan), pengendalian dan instrumentasi lainnya.

Karakteristik Sistem Pompa

A. Tahanan sistem: head

Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistem pada laju tertentu. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistem, yang juga disebut “head”. Head total merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi:

a) Head statik

Head statik merupakan perbedaan antara tinggi sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan (lihat Gambar 1). Head statik merupakan aliran yang independen (lihat Gambar 2). Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat dihitung dengan persamaan berikut:

Head statik terdiri dari:

  • Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut “pengangkat hisapan”).
  • Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan.
 
          Gambar 1. Head Statik       Gambar 2. Head Statik vs. Aliran

b) Head gesekan/ friksi (hf)

Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk mengalir dalam pipa dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung pada ukuran, kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari cairan. Head gesekan/ friksi sebanding dengan kwadrat debit aliran seperti diperlihatkan dalam gambar 3. Loop tertutup sistem sirkulasi hanya menampilkan head gesekan/ friksi (bukan head statik).
 
Gambar 3. Friction Head vs Aliran
Dalam hampir kebanyakan kasus, head total sistem merupakan gabungan antara head statik dan head gesekan seperti diperlihatkan dalam gambar 4.
 
Gambar 4. Head Statik Tinggi (kiri) dan Head Statik Rendah (kanan)

Kurva Kinerja Pompa

Head dan debit aliran menentukan kinerja sebuah pompa yang secara grafis ditunjukkan dalam Gambar 5 sebagai kurva kinerja atau kurva karakteristik pompa. Gambar memperlihatkan kurva pompa sentrifugal dimana head secara perlahan turun dengan meningkatnya aliran. Dengan meningkatnya tahanan sistem, head juga akan naik. Hal ini pada gilirannya akan menyebabkan debit aliran berkurang dan akhirnya mencapai nol. Debit aliran nol hanya dapat diterima untuk jangka pendek tanpa menyebabkan pompa terbakar.
 
Gambar 5. Kurva Kinerja Pompa
Titik Operasi Pompa
Debit aliran pada head tertentu disebut titik tugas. Kurva kinerja pompa terbuat dari banyak titik titik tugas. Titik operasi pompa ditentukan oleh perpotongan kurva sistem dengan kurva pompa sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 6.
 
Gambar 6. Titik Operasi Pompa

B. NPSH (Net Positive Suction Head)

The Hydraulic Institute mendefinisikan NPSH sebagai besar relatif head suction total disisi hisap pada level referensi pompa terhadap tekanan uap cairan yang dipompakan dan dinyatakan dalam feet absolut. Secara sederhana dapat dinyatakan sebagai analisis kondisi energi pada sisi hisap (suction) pompa untuk menentukan titik tekanan terendah dimana cairan akan mulai menguap di dalam pompa.

 

NPSH adalah ukuran dari head suction terendah dari pompa yang masih memungkinkan bagi cairan untuk tidak mendidih dan menguap. NPSH required adalah NPSH yang dimiliki oleh pompa yang datanya disediakan oleh produsen pembuat pompa. NPSH required dihasilkan dari serangkaian pengujian yang dilakukan oleh produsen pompa.

 

 

NPSHA adalah NPSH dari sistem dimana pompa akan dipasang dan dioperasikan. Harganya ditentukan oleh head suction atau lift suction, head friksi, dan seterusnya. NPSHA merupakan selisih antara head cairan saat berada disisi hisap pompa dengan tekanan uapnya yang dinyatakan dalam satuan feet absolut.

 

NPSHA = Tekanan atmosfir (dikonversikan ke head) + head suction static (hs) + head pressure – tekanan uap cairan – head friksi
Pada prakteknya, persamaan di atas disesuaikan dengan kondisi sistem dimana pompa akan dipasang dan dioperasikan.
 
Gambar 7.
 
Gambar 8.

Hal hal yang mempengaruhi nilai NPSHA:

  • Temperatur zat cair berbanding terbalik dengan NPSHA
  • Vapor Pressure zat cair berbanding terbalik dengan NPSHA
  • Tekanan permukaan (hp) pada tangki hisap berbanding lurus dengan NPSHA

 

Agar pompa dapat dioperasikan maka NPSHA sistem harus lebih besar dari NPSHR pompa. Hydraulic Institute Standard (ANSI/HI 9.6.1) menyarankan NPSH Available 1,2 hingga 2,5 kali NPSH Required.
Head Hisapan Positif Netto Tersedia/ Net Positive Suction Head Available (NPSHA) menandakan jumlah hisapan pompa yang melebihi tekanan uap cairan, dan merupakan karakteristik rancangan sistem. NPSH yang diperlukan (NPSHR) adalah hisapan pompa yang diperlukan untuk menghindari kavitasi, dan merupakan karakteristik rancangan pompa.

C. Vapour Pressure

Ketika fluida cair menyerap panas yang cukup, gelembung uap akan terbentuk dan terlepas dari permukaan fluida cair, phenomena ini disebut penguapan. Uap akan mengeluarkan energi sebelum terlepas dari permukaan fluida cair. Vapour pressure adalah tekanan yang dihasilkan uap yang terjebak didalam atau diatas fluida cair tersebut.

 

Besar nilai vapour sebuah fluida didapat dengan cara mengukur tekanan yang dihasilkan oleh uap didalam container tertutup. Pada suhu kamar, gasoline memiliki niali vapour pressure yang lebih tinggi dibandingkan dengan air. Oleh karenanya, gasoline akan menguap terlebih dahulu sebelum air. Jika tekanan diterapkan diatas fluida cair baik oleh sebuah gas atau uap, maka tekanan pada permukaan fluida cair tersebut akan mampu mencegah terlepas atau terbentuknya uap air dari fluida tersebut.
 
Gambar 9. Liquid (Vapour Pressure)
Untuk menjaga agar fluida cair pada pompa tidak mengalami proses penguapan, maka suction pressure absolute harus jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai vapour pressure dari fluida cair tersebut pada suhu itu.

D. Cavitations (Kavitasi)

Kavitasi adalah phenomena terbentuknya dan pecahnya gelembung – gelembung uap pada fluida cair. Kavitasi terjadi ketika pompa beroprasi mendekati nilai minimum NPSH nya. Ketika kavitasi terjadi, beberapa bagian dari fluida cair akan berubah phasa menjadi uap, jika ini terjadi pada suction line, gelembung uap tersebut akan terbawa masuk kedalam impeller. Didaerah yang bertekanan tinggi disekitar rumah pompa, gelembung – gelembung tersebut akan pecah kembali karena tekanan didaerah tersebut dari nilai vapour pressurenya. Pecahnya gelembung uap ini akan menimbulkan ketidakberaturan pada pergerakan fluida cair sehingga menghasilkan gaya yang mampu melepaskan partikel – partikel metal pada permukaan yang dilaluinya. Pecahnya gelembung uap dengan gaya yang begitu besar ini menghasilkan suara keras didalam pompa, yang bisa menjadi indicator terjadinya kavitasi.
Kavitasi atau penguapan adalah pembentukan gelembung dibagian dalam pompa. Hal ini dapat terjadi manakala tekanan statik fluida setempat menjadi lebih rendah dari tekanan uap cairan (pada suhu sebenarnya). Kemungkinan penyebabnya adalah jika fluida semakin cepat dalam kran pengendali atau disekitar impeller pompa.
Penguapan itu sendiri tidak menyebabkan kerusakan. Walau demikian, bila kecepatan berkurang dan tekanan bertambah, uap akan menguap dan jatuh. Hal ini memiliki tiga pengaruh yang tidak dikehendaki:
  • Erosi permukaan baling-baling, terutama jika memompa cairan berbasis air.
  • Meningkatnya kebisingan dan getaran, mengakibatkan umur seal (penyumbat) dan bearing menjadi lebih pendek
  • Menyumbat sebagian lintasan impeler, yang menurunkan kinerja pompa dan dalam kasus yang ekstrim dapat menyebabkan kehilangan head total.
 
Gambar 10. Kerusakan Impeller Akibat Kavitasi
Untuk menghindari kavitasi dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
-  NPSHA instalasi diperbesar dengan cara sebagai berikut :
  1. Mengurangi Head Suction Lift, bila memungkinkan pompa dipasang submersible
  2. Memperpendek saluran pipa hisap
  3. Memperbesar diameter pipa hisap
  4. Memperkecil kapasitas atau menurunkan kecepatan putar

–  Dipilih pompa yang NPSHR nya lebih kecil

E. Grafik Hubungan Head dan Kapasitas

 
Gambar 11. Grafik Hubungan antara Head Kapasitas
dan Pompa Tunggal
 
Gambar 12. Grafik Perbandingan Head dan Kapasitas
antara Pompa Tunggal dan Pompa Paralel
 
Gambar 13. Grafik Perbandingan Hubungan Head dan
Kapasitas antara Pompa Tunggal dan Pompa Seri
 
Gambar 14. Grafik Pengaruh Viskositas

PT. KAMJaya - Pompa Sentrifugal

Pompa Sentrifugal

Cara kerja

Dalam bentuknya yang paling sederhan, pompa sentrifugal terdiri dari sebuah kipas yang dapat berputar dalam sebuah rumah pompa. pada rumah pompa ini dihubungkan saluran hisap dan saluran kempa. Kipas yang dilukiskan disini terutama terdiri dari dua buah cakra dan diantaranya terdapat sudu-sudu. Terhadap arah putaran, sudu-sudu itu biasanya di bengkokan ke belakang. Sebelum pompa dijalankan, rumah pompa dan saluran hisap harus di isi dengan zat cair. Untuk menjaga agar zat cair jangan sampai mengalir melalui saluran hisap ke dalam sumur atau sumber, dibawah saluran isap dipasang sebuah katup kaki. bila kipas itu sekarang diputar dengan cepat, maka sudu kemudian akan memberikan gerak putar terhadap rumah pompa kepada zat cair yang berada dalam kipas. Gaya sentrifugal atau gaya pusingan yang terjadi disini mendorong zat cair ke jurusan keliling sebelah luar kipas. karena itu pada lubang aliran masuk C dari kipas, timbul ruang kosong dengan kata lain, terjadi hampa udara. Akan tetapi diatas permukaan zat cair dalam sumber atau sumur, bekerja tekanan atmosfer. Jadi sekarang terdapat perbedaan tekanan, sehingga kolom zat cair masuk ke dalam kipas dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Dengan demikia, ruangan yang menjadi kosong pada lubang aliran masuk kipas, langsung zat cair terisi kembali.

Pada keliling luar kipas, zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Dalam rumah pompa ini zat cair di salurkan sedemikian rupa, sehingga terdapat perubahan kecepatan ke dalam tekanan yang sempurna. Oleh tekanan ini, kolom zat cair dalam saluran kempa digerakkan.

Zat cair bergerak sedemikian rupa dalam aliran yang tak terpututs-putus dari saluran hisap melalui pompa ke saluran kempa.

 

Kelebihannya :

  1. Pada aliran volume yang sama, harga pembelian lebih rendah.
  2. Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak ( tidak ada katup dan sebagainya.
  3. Lebih sedikit memerlukan tempat
  4. Jumlah Putaran Tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk penggerakan langsung oleh sebuah elektromotor atau turbin.
  5. Jalannya tenang, sehingga fondasi dapat dibuat ringan.
  6. Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat cair yang mengandung kotoran.
  7. Aliran zat cair yang tak terputus-putus.

 

Kelebihan dari pompa sentrifugal itu demikian besar, seingga pompa ini jauh lebih banyak digunakan daripada pompa desak. Akan tetapi demikian, untuk daerah-daerah khusus kita tetap akan mempergunakan pompa desak.

 

Water - Wastewater treatment

Discover Hydromantis

Hydromantis Environmental Software Solutions, Inc. is the global leader in water and wastewater treatment simulation technology and modelling services and the developer of the most popular software solutions for the industry including: GPS-X™, SimuWorks™, Toxchem™, CapdetWorks™, WatPro™ and ODM™.

Example of a Modeling Flow Diagram

Expert Modelling Services

Hydromantis provides expert modelling services for wastewater treatment plant design, commissioning, operational performance and planning improvements.

Plant owners, Operators and Wastewater Engineering Consultants can take the uncertainty out of critical wastewater design and operational decisions with Hydromantis’ advanced process modelling. Hydromantis delivers integrated services and technology solutions that set the world standard in wastewater treatment optimization. Hydromantis’ expertise and tools have produced measurable results for a diverse group of enterprises around the world, resulting in millions of dollars in estimated savings.

Example of a Modeling Operator Interface

Tentang Pompa - KAMJaya

diaphragma1 diaphragma2

Bahan utama pompa air sederhana ini terbuat dari kayu dan karet, ditambah pengikat dari metal, ring, dan bantalan pada dua titik yang mudah aus. Ia terdiri dari ruang pemompaan yaitu kotak kayu yang kedap air yang dilapisi dengan dua katup karet. Diaphragm terbuat dari karet ban-dalam membentuk bagian atas ruang pemompaan yang lebih rendah. Sebuah engkol vertikal terikat ditengah diaphragm. Menggerakkan engkol pompa akan menambah atau mengurangi volume di kamar pemompaan karena dipengaruhi oleh kedua katup.

Dua atau tiga liter dari air dapat dipompa secara vertikal sejauh tiga sampai empat meter pada setiap kayuhan. Jika pompa air sederhana itu dibuat lebih kecil, ia akan memompa sejumlah kecil air dengan jarak yang lebih jauh. Jika ia dibuat lebih besar, ia akan memompa sejumlah besar air dengan jarak yang lebih dekat.

Pompa air sederhana ini dapat dioperasikan oleh satu atau dua orang, dan dapat disesuaikan dengan tenaga binatang atau angin. Perpipaan dengan bambu atau perpipaan dengan bahan yang murah dapat digunakan untuk mengalirkan air secara ekonomis untuk jarak-jarak yang pantas dipertimbangkan. Dua atau lebih pompa dapat disatukan berdampingan untuk mengangkat lebih banyak air per kayuhan, atau ditempatkan dari ujung ke ujung untuk menggerakkan air lebih jauh.

Pitcher type:

pitcher1 pitcher21

Pompa air sederhana ini mampu mengangkat antara 8-10 galon/menit untuk 10-15 kaki pengisapan. Pengangkatan maksimum adalah sekitar 20 kaki. Beberapa pengelasan mungkin diperlukan, seperti juga penguliran pipa, tetapi proses konstruksi alternatif bisa disesuaikan dengan sumber daya dan ketrampilan yang tersedia.

Spangler type:

spangler1 spangler2 spangler3

Pompa ini sederhana, dapat diandalkan dan berbiaya rendah. Suatu pompa yang serupa pada gambar diatas sudah dikembangkan di Thailand dengan ongkos sekitar US$30 (Rp 300rb). Dapat mengaliri sekitar 5-15 galon/menit tergantung pada kedalaman air. Pompa ini dapat digunakan untuk irigasi dan juga untuk tujuan yang umum.

Pipa PVC ringan, tahan lama, mudah dikerjakan, dan relatif murah. Pompa air sederhana dari PVC ini jauh lebih mudah dalam pembuatan, pemasangan, pemeliharaan, dan perbaikan dibanding pompa dari besi cor. Pompa PVC terutama cocok untuk penyediaan air masyarakat dan sebagai dasar untuk pabrik pembuatan skala kecil. Suku-cadang relatif mudah dan dapat dibuat oleh toko-toko atau pabrik-pabrik kecil dengan desain yang telah ditentukan.

Inertia type:

inertia1 inertia2

Dengan hanya tiga bagian yang bergerak, pompa air sederhana ini mudah dibuat dan dirawat. Rancangan pompa ini unik: seluruh pompa bergerak naik dan turun, bukan bagian dalam yang bergerak. Pompa ini dapat dibuat dari pelat logam, seperti yang digambarkan di sini, atau dari pipa PVC atau bambu, meski bambu itu mungkin tidak tahan lama.

Pompa ini efisien untuk mengangkat air dari jarak pendek, sampai ke maksimum sekitar 4 meter. Kapasitas pompa tergantung pada ukurannya dan seberapa cepat pompa itu dinaik-turunkan. Versi 8-cm akan mengangkat 75-114 liter/menit untuk jarak 4 meter. Versi 15-cm akan mengangkat 227-284 liter /menit untuk jarak 1 meter.

Archimedes type:

archimides-screw1 archimides-screw2

Ada banyak situasi di mana air untuk irigasi perlu untuk diangkat hanya pada jarak yang sangat pendek dari sungai atau saluran irigasi ke ladang-ladang. Untuk memenuhi hal ini, petani-petani di zaman lampau mengadaptasi suatu alat yang telah ditemukan oleh Archimedes. Alat itu adalah Archimedes srew, pompa berbentuk sekerup yang diatur di sekitar pusat poros engkol. Sekrup itu dapat dibuat dengan berbagai cara, dari tabung yang membungkus berkelanjutan di sekitar batang itu hingga kepada suatu rangkaian papan atau plat-plat yang berpilin saling silang di dalam suatu silinder. Tergantung pada desain, pompa air sederhana ini dapat digunakan untuk  tujuan-tujuan yang berbeda seperti pengangkatan air atau memuat biji-bijian.

sekrup Archimedes disini adalah suatu alat pengangkatan air. Terdiri dari suatu silinder terbuat dari kayu membungkus di sekeliling papan yang tersusun spiral dan saling overlap. Batang pusat terbuat dari pipa besi atau batang metal. Sekrup itu diputar dengan tangan, atau dapat dihubungkan dengan kincir angin. Pompa air sederhana ini mampu mengangkat kira-kira 100 galon air/menit setinggi 18-20 inci. Pompa ini dapat dipindahkan dengan mudah dari satu ke tempat lain jika dibutuhkan. Pompa jenis ini masih digunakan sehari-hari oleh petani-petani Mesir sepanjang sungai Nil.

Animal driven type:

animal-driven animal-driven2

Pompa air sederhana ini adalah yang paling rumit dan mahal dari yang tercakup di manual ini. Tetapi mempunyai potensi hasil akhir yang terbesar. Ongkos pembuatan pompa bergantung pada ketersediaan bahan-bahan yang tak terpakai dan dapat dikurangi biayanya dengan menggantikan bahan yang lebih murah dan sesuai yang tersedia di tempat itu misalnya dari kayu gergajian/rongsokan. Jika kayu gergajian/rongsokan tidak tersedia, batang kayu gelondongan dapat digunakan. Lengan torsi juga dapat dibuat dari galah bulat atau besi siku, tergantung pada bahan yang tersedia. Jika pompa itu ingin dipindahkan dari satu ke sumur yang lain garis tengah batang kayu itu harus dijaga antara 75-125 cm. Rangka dan pompa dapat dibawa tanpa banyak kesukaran. Atau, kumpulan pompa dapat ditarik oleh satu binatang dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Rampump 1:

hydraulic-pump-0 hydraulic-pump-2 hydraulic-pump-1 hydraulic-pump-4 hydraulic-pump-5 hydraulic-pump-6

Pompa ram ini terbuat dari sambungan pipa yang banyak dijual dan dua klep yang dimodifikasi, memerlukan hanya mesin bor dan perkakas tangan sederhana untuk membuatnya. Ia sudah diuji pada drive head dari 5-40 dan mampu mengalir hingga 70-head, atau 20 kali drive head. Ia mampu mengirim beberapa ribu liter per hari. Pompa air sederhana ini secara luas telah diuji dan telah digunakan dengan sukses pada beberapa kondisi ladang.

Pompa air sederhana ini dapat mengisi sejumlah persediaan air yang diperlukan di situasi-situasi di mana air harus diangkat dari suatu mata air pada suatu tingkat yang lebih rendah ke suatu tingkat yang lebih tinggi. Yang dibutuhkan untuk membuat rampump ini bekerja adalah cukupnya kejatuhan air yang cukup cepat untuk mengalirkan air melalui pipa. Dan jika kejatuhan air tidak terjadi secara alami -dan ini sering menjadi kasus, kejatuhan itu dapat diciptakan dengan mengaliri air pada pipa yang cenderung kebawah/menurun sehingga momentumnya diciptakan semata-mata di dalam pipa.

 

Pedal water pump

pedal-waterpump1

Hand-Operated Water Pump (Archimedes’ Screw)

informitcom1

Bagaimana air dapat naik? Bukankah itu bertentangan dengan hukum alam?

Bahan:

50 cm Pipa PVC

1m Selang air kecil transparan

selotip

2 buah mangkuk

air

cat

air atau pewarna makanan

Lingkarkan selang sekeliling pipa (lih gambar), lekatkan dg selotip. Isi mangkuk2 dg air lalu letakkan salah satu ujung pipa didalam mangkuk ke 1. Pipa harus tetap miring keatas. Ujung pipa yg lain letakkan diatas mangkuk ke 2 yg diletakkan lebih tinggi dari mangkuk ke 1. Putarlah pipa dg tangan berlawanan arah jarum jam. Akan lebih mudah melihat apa yg terjadi bila menambahkan sedikit pewarna di air.

Another Archimedes Screw:

geocitiescom-1 geocitiescom-2 geocitiescom-3 geocitiescom-4 geocitiescom

This is an archimedean screw water pump made out of thin plywood and resourcinol form aldehyde glue. It is made like a christmas decoration, the center is made of a wooden space frame covered with plywood. The stress is concentrated at the top in the middle, so this bit has to be made stronger than the rest. This shows how to glue two plywood disks together; more disks, longer pump. After glueing the disks together they should be held in a jig while the center is inserted and the outer cover formed.

Although the disks are glued together flat, they have to be stretched in order to form the archimedean screw. They have to be held in this form while the pump is completed.

The pump is turned by means of a solid post along the middle; this must be a good fit in the centre space frame to prevent stress concentration. My pump used metal end fittings and plumber block bearings.

 

Spiral Waterpump:

spiralpump-earthgarden1

This positive displacement pump is made from a single length of coiled poly pipe and is designed to be powered by water. The pipe is coiled in a vertical plane and mounted on a horizontal axle. As the paddles rotate the coil of poly pipe above the water, the lower part is immersed. The open end of the coil takes a small ‘gulp’ of water every time it rotates. An alternating sequence of air and water is driven along the pipe towards the centre of the spiral. Successive coils of pipe lead to a cumulative increase in the pump’s pressure output. When a land-fixed pipe is connected to the last and smallest coil, then water can be shifted to a higher point, such as a dam or a tank. In this case, Jill’s tank is about 16 metres above the river.

This spiral pump was a direct replacement of a small standard piston pump and has proved to be just as efficient at pumping a set volume per day.

 

Hand pump:

therarmorg

 

Hand Pump 2

pump-johntom

 

Hand Pump 3 ( Rope Pump)

ropepump ropepump1

 

Hand Pump dari PVC.

vacuumpump drw vacuumpump VacuumAndPump

PT. KAMJaya - Nama Pompa Sesuai Pemasangannya

Pompa Horisontal

horisontal-pompaHorisontal yang paling banyak digunakan mempunyai kaki di bawah kursi bantalan atau dibawah rumah pompa. ini disebut Foot Mounted, Pada suhu zat cair yang tinggi, kita dapat membuat foot mounted. Sebagai akibat dari pemuaian, akan menjadi bengkok diatas fondasi. dalam hal itu maka jauh lebih baik untuk menunjang dalam garis sumbu horisontal. Sekarang itu menjadi centerline mounted. untuk membatasi ukuran pompa dan motor, maka kedua pesawat ini seringkali dibangun bergandengan sebagai satu kesatuan: Pompa Monoblock. Kipas biasanyya dipasang pada (perpanjangan) poros : Closecoupled. Disebut juga Closecoupled, pompa yang dibangun ke dalam. Oleh karena itu dalam Industri proses sangat banyak digunakan pompa dan dalam cabang industri ini bahasa inggris menjadi bahasa pengantar, maka dalam teknik pompa sangat banyak pula ditemukan nama dalam Bahasa Inggris. Untuk Istilah dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia belum ditemukan istilah-istilah yang tepat.

 

Pompa Vertikal

 

Pompa vertical multistage

Sehubungan dengan bobotnya, rumah pompa disini dipasang dengan kaki diatas tanah. Jenis In-Line Spesial. Jenis ini dipergunakan dalam proses industri jika kondisi Hisap sangat tidak menguntungkan untuk membuat pompa bekerja dengan baik. Bagian yang sesungguhnya di pasang dalam sebuah bejana dibawah saluran : Barrel Type. Pompa ini dapat pula umpamanya digantungkan dalam tanah, didalam sebuah sumur. Dengan demikian diperoleh ketinggian aliran masuk ekstra, tanpa mempergunakan banyak ruang tempat, lengkung tambahan dan pekerjaan saluran. Penghematan ruang tempat dapat juga diperoleh dengan pompa Vertikal. Lentera yang merupakan hubungan antara bagian motor dan bagian pompa. Bantalan dari poros dipasang dalam bagian lentera ini diatas rumah pompa.

Jika ruang keatas juga terbatas, maka disini juga dapat dilaksanakan clouse coupled. Bagian lentera yang pendek tidak memiliki bantalan dan kipas dipasang pada perpanjangan poros motor. Bila kamar bawah tanah tempat dipasang sangat basah atau kadang-kadang dapat terendam air, maka haruslah diambil vertikal yang diperpanjang. Akan tetapi motor ditempatkan siatas bagian lentera tersendiri diatas lantai yang lebih tinggi. Di antara pompa dan motor terdapat poros perpanjangan tersendiri, yang kadang-kadang harus diberi bantalan pula. sudah tentu bahwa keseluruhannya harus diarahkan dengan teliti sekali. Didalam kapal biasanya terdapat  kekurangan ruangan dan juga luas lantai. disini kadang-kadang digantungkan pada dinding vertikal : Pemasangan dinding ( Wal Mounted ).

 

 

 

Pemasangan Basah.

Pompa untuk pemasangan basah, kita masih dapat mengadakan perbedaan antara ;
  1. Pompa dengan hanya pompanya saja yang berada didalam zat cair dan motor terletak diatas zat cair ( Pompa Benam danSumur Dalam yang panjang ).
  2. Pompa dan motor yang dibenamkan ke dalam zat cair ( Pompa Sungku dan Bawah Air )

Wastewater Pumps

Wastewater.

A Wastewater pump is an enclosed unit with a pump and a motor. due to this construction the wastewater pump is suitable for submersible installation in pits. in submersible installations with auto-coupling systems double rails are normally used. the auto-coupling system facilitates maintenance, repair and replacement of the pump. because of the construction of the pump, it is not necessary to enter the pit to carry out service. In fact, it is possible to connect and disconnect the pump automatically from the outside of the pit. Wastewater pump can also be installed dry like conventional pumps in vertical or horizontal installations. Likewise this type of installation provides easy maintenance and repair like it provides uninterrupted operation of the pump in case of flooding of the dry pit.

 

Normally,

wastewater pump have to be able to handle large particles. Therefore, they are fitted with special impellers to avoid blockage and clogging. Different types of impellers exist : single-channels impellers, double-channels impellers, three and four-channels impellers and vortex impellers.

 

Wastewater pumps usually come with a dry motor, which is IP68 protected. Motor and pump have a common extended shaft with a double mechanical shaft seal system in an intermediate oil chamber.

Wastewater pump are able to operate either intermittently or continously depending on the installation in question.

Pompa Submersible atau Electric Submersible Pump (ESP)

All About Submersible Pumps & Electric Submersible Pumps

Pompa submersible atau Electric Submersible Pump (ESP) adalah sebuah pompa yang dirancang khusus, di mana motor dan komponen-komponen lainnya tertutup rapat, karena pada penggunaannya nanti seluruh permukaan pompa ini akan terendam ke dalam cairan. Pada umumnya pompa yang sering kita jumpai berada di atas cairan dan menyedot cairan sebagaimana pompa jet (Jet Pump). Berbeda halnya dengan pompa ini. Pompa ini diletakkan di dalam cairan dan mendorong cairan melalui pipa-pipa salurannya. Pompa ini lebih efisien dibandingkan pompa jet. Penggunaan teknologi pompa ini banyak dijumpai di dalam dunia industri.

 

 Pompa Electric Submersible Pump (ESP)
Salah Satu Model Pompa Submersible

 

Prinsip Kerja Pompa

 

Pompa-pompa submersible yang digunakan dalam instalasi Electric Submersible Pump (ESP) adalah pompa sentrifugal multistage yang dioperasikan dalam posisi vertical. Meskipun dari tahun ke tahun kontruksi pompa submersible semakin berkembang dan memiliki banyak fitur, namun sebenarnya pompa submersible memiliki prinsip kerja dasar yang sama. Cairan diputar oleh impeller dengan kecepatan rotasi yang tinggi sehingga mengalami gaya sentrifugal, kemudian cairan tersebut kehilangan energi kinetik di dalam diffuser di mana konversi energi kinetik menjadi energi tekanan berlangsung.
 Skema Pompa Submersible Pump Schema
Skema Umum Pompa Submersible

Penggunaan Pompa Submersible

Pompa submersible banyak ditemukan dalam dunia industri. Pompa ini biasanya digunakan untuk drainase, industri pompa umum dan pemompaan lumpur. Pompa ini juga banyak digunakan dalam filter kolam. Jenis pompa submersible bertingkat biasanya digunakan pada lubang bor dan digunakan untuk abstraksi sumur air dan sumur minyak. Pemanfaatan pompa submersible yang lain yaitu digunakan pada instalasi pengolahan limbah, penanganan air laut, pemompaan air tanah, pemadam kebakaran (karena kabel tahan api), pengeboran sumur bor dan air, pengeboran lepas pantai, lift buatan, dewatering tambang dan sistem irigasi.
Pages:12Next »