ebara

The Centrifugal Pump - KAMJaya

The Centrifugal Pump

In 1689 the physicist Denis Papin invented the centrifugal pump and today this kind of pump is the most used around the world. The centrifugal pump is built on a simple principle : liquid is led to the impeller hub and by means of the centrifugal force it is flung towards the periphery of the impellers.
The construction is fairly inexpensive, robust and simple and its high speed makes it possible to connect the pump directly to an asynchronous motor. The centrifugal pump provides a steady liquid flow, and it can easily be throttled without causing any damage to the pump.

If a pressure difference occurs in the system while the centrifugal pump is not running, liquid can still pass through it due to its open design.

The difference demands on the centrifugal pump’s performance, especially with regard to head, flow, and installation, together with the demands for economical operation, are only a few of the reasons why so many types of pump exist.

 

Transfer Pumps

POMPA TRANSFER / PENGISI

Pompa transfer sering disebut juga dengan istilah pompa pengisi atau pemindah atau angkat. Fungsi pompa ini memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain secara  otomatis ataupun dengan cara manual (On/Off).
Pompa bekerja secara otomatis dengan bantuan sensor elektroda ataupun dengan pelampung, sensor ini akan bekerja dengan mendeteksi level air. Jika level air turun (tangki kosong) pada level tertentu maka akan dideteksi oleh elektroda/pelampung kemudian memberi perintah supaya hidup, dan apabila level air naik (tangki penuh) pada level tertentu maka akan dideteksi oleh elektroda/pelampung kemudian memberi perintah supaya mati.
Pompa bekerja secara manual berarti akan bekerja tanpa sensor. Hidup dan mati pompa berdasarkan tombol saklar on-off  yang ditekan oleh orang (operator).
Pompa yang menggunakan listrik 3 phase maka harus dilengkapi panel kontrol  untuk mengkontrol kerja pompa tersebut, sedangkan pompa yang menggunakan listrik 1 phase tidak harus menggunakan panel kontrol untuk mengkontrol kerja pompa.

Pompa transfer dari sumur dangkal ke ground tank/tower tank

Sumur dangkal mempunyai kedalaman kurang dari 8 meter (dari permukaan tanah ke level air). Pompa sumur dangkal biasanya menggunakan tipe centrifugal end suction ukuran kecil.
 
Gbr.2.1.3.  Pompa transfer dari sumur dangkal (< 8 meter) ke ground/tower tank

Pompa transfer dari sumur sedang ke ground tank/ tower tank

Sumur dengan kedalaman sedang adalah sumur yang mempunyai kedalaman antara 8 meter s/d  20 meter (diukur dari permukaan tanah ke level air). Pompa yang digunakan adalah tipe jet pump, disebut jet pump karena ada alat tambahan dipasang pada sisi hisap dinamakan  ejector yang mempunyai fungsi untuk menambah daya dorong. Pada sisi hisap jet pump mempunyai dua jalur pipa, satu jalur sebagai pipa hisap dan satu jalur lainnya sebagai pipa dorong yang berfungsi mengalirkan sebagian air dari pompa, mengalir turun menuju ejector kemudian kembali mendorong keatas melalui pipa hisap.
 
Gbr. 2.1.2. Jet pump untuk transfer dari sumur sedang (8 – 20 meter) ke ground/tower tank.

Pompa transfer dari sumur dalam ke ground tank/tower tank

Kategori  sumur dalam yaitu sumur yang mempunyai kedalaman diatas 20 meter (diukur dari permukaan tanah ke level air). Ada dua macam level air yang biasa digunakan sebagai acuan yaitu dinamyc water level (level air yang selalu berubah) dan static water level (level air yang tetap).
Dinamyc water  level (DWL) adalah level air yang sudah stabil setelah dilakukan pumping test atau level air terdalam (dari permukaan tanah) yang terjadi pada musim kemarau.
Static water level (SWT) adalah posisi level air terendah (dari permukaan tanah) sebelum dilakukan pumping test atau level air terendah yang terjadi pada musim hujan.
Pengukuran level air untuk sumur dalam dapat dilakukan dengan menggunakan alat Water Level Meter.
Untuk aplikasi sumur dalam, pompa yang digunakan adalah tipe celup (submersible deep well) yang mempunyai kemampuan tekanan atau pressure tinggi. Cara kerjanya adalah mendorong air dari bawah ke atas sehingga tidak memerlukan pipa hisap.
 
            Gbr. 2.1.1.    Pompa deep well untuk transfer dari sumur dalam(≥ 20 meter) ke ground.

Pompa transfer dari ground tank ke tower tank

Aplikasi ini banyak dijumpai di gedung-gedung dan industri. Karena pada aplikasi ini diperlukan debit air yang besar dan juga tekanan yang tinggi maka ada dua tipe yang sesuai yaitu tipe end suction horisontal dan in-line vertical.
Untuk tipe end suction horisontal sering digunakan untuk bangunan gedung/pabrik yang mempunyai ruang pompa cukup luas. Sedangkan pompa tipe in-line vertical sering digunakan untuk bangunan gedung/pabrik yang ruang pompa relatif sempit.
 

 

.Gbr.2.1.4.     Pompa transfer dari ground tank ke tower tank.

Pompa transfer pengisi  boiler

Aplikasi pompa ini sebagai pengisi boiler dengan menggunakan air panas dengan temperatur antara 40oC – 100oC, sehingga pompa rentan terhadap kavitasi dan untuk menghindari kavitasi posisi tangki air diletakan lebih tinggi dari pompa. Pada aplikasi ini pompa yang digunakan adalah tipe in-line vertical multi stage karena mempunyai tekanan yang tinggi dan juga NPSH yang relative kecil jika dibandingkan dengan tipe end suction.
 

 

                      Gbr.2.1.5.  Pompa transfer pengisi  boiler

A.1.Pompa Transfer tipe centrifugal horisontal “END SUCTION”

 

A.2.Pompa transfer tipe “JET PUMP”

 

A.3.Pompa transfer tipe vertical “IN LINE”

 

A.4.Pompa transfer tipe Horisontal “SPLIT CASE”

 

A.5.Pompa transfer tipe Celup sumur dalam “DEEP WELL”

 

Submersible Pumps - Technical Instalation

Memahami Pompa Benam ( Submersible Pump )

Seperti Nostalgia saja, hari ini saya menerima laporan dari bagian Maintenance satu Pompa Submersible yang dimiliki perusahaan bermasalah.  Saya teringat dengan kejadian yang samasetahun lalu saat bekerja di industri pengolahan makanan di Denpasar, pompa submersible yang mensuplai air untuk proses produksi debitnya turun drastis, dari beberapa pompa, titik inilah yang memiliki debit terbesar. akibatnya cadangan air yang kami miliki benar-benar minim.  Perlu anda ketahui industri pengolahan makanan memerlukan air dalam jumlah besar per hari, mengingat kejadian itu, benar-benar merepotkan. Endingnya kurang lebih mirip, diangkat, bagian maintenance melakukan cleaning, sialnya saat dipasang kembali, ternyata tetap tidak berfungsi bahkan mati total.
 
Instalasi Pompa Submersible

 

Pompa Submersible
Pompa Submersible (pompa benam) disebut juga dengan electric submersible pump (ESP ) adalah pompa yang dioperasikan di dalam air dan akan mengalami kerusakan jika dioperasikan dalam keadaan tidak terdapat air terus-menerus. Jenis pompa ini mempunyai tinggi minimal air yang dapat dipompa dan harus dipenuhi ketika bekerja agar life time pompa tersebut lama. Pompa jenis ini bertipe pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal sendiri prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing.
 
Komponen Pompa Submersible
Prinsip kerja pompa jenis ini berbeda dengan jenis Jet Pump. Jika pompa yang saya sebut erakhir bekerja dengan cara menyedot air, jenis pompa submersible bekrja dengan mendorong air ke permukaan.
Berikut kelebihan dari jenis pompa submersible :
1.  Biaya perwatan pompa yang rendah
2.  Tidak bising, karena berada dalam sumur
3.  Pompa memiliki pendingin alami, karena pompa posisinya terendam dalam air
4. System pompa tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing, jadi  problem yang biasa terjadi pada pompa permukaan ( Jet Pump ) seperti keausan bearing dan shaft tidak terjadi.
Detail  Parts Drawing 
 
Metabo SUBMERSIBLE PRESSURE PUMP TDP1000/7/025010011610 Spare Parts
 
1 – MULTI-ADAPTOR 2X1″AGX1″TÃŒLLE X3/4″AGX3/4MET-0903018410.0
2 – O-RING 28.25X2.62 ETMET-7632633054.0
3 – CHECK VALVEMET-7831609421.1
7 – CAPACITOR 12.5UF/400V ETMET-8050171656.1
8 – SLEEVE. CABLE SUPPORT ETMET-1341182251.1
9 – CLAMPING RING ETMET-1341182243.8
11 – CROSS REC’D PAN HEAD TAP.SCREW ST 4.2X32MET-6172006963.6
12 – RAISED CHEESE HEAD SCREWMET-6123022619.7
13 – SERRATED LOCK WASHERMET-6304084020.27
14 – MEDIUM WASHERMET-6300016330.61
19 – ELECTRIC MOTOR ASSEMBLY ETMET-8012633093.0
21 – PACKING RINGS ETMET-1349633023.1
23 – O-RING 90X5.4 ETMET-7632182222.4
24 – O-RING ETMET-7632633046.1
25 – PUMP CASING ETMET-1341633172.1
26 – O-RING ETMET-7632633062.2
28 – DIFFUSOR SUPPORT ETMET-1349633163.0
31 – PACKING RING ETMET-1349633031.1
32 – IMPELLER ETMET-1341633148.0
33 – O-RING ETMET-7632633070.0
34 – DIFFUSOR ETMET-1349633139.1
35 – DIFFUSOR LOCK ETMET-1349633120.1
38 – STAINLESS STEEL FILTER ETMET-1349633112.0
39 – BOTTOM PANEL ETMET-1341633105.1
40 – CAP ETMET-1349633082.1
 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=gzHKrAEebxw
Langkah Perbaikan  Pompa Submersible


Debit air yang lebih kecil merupakan tanda-tanda pompa mengalami masalah. Jika tidak ditangani  masalah matinya pompa tinggal menunggu waktu.
Untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi, berikut langkah yang pernah dan biasa kami lakukan.
1. Jika pompa mati, cek Capasitor. Ganti terlebih dahulu jika komponen ini  tidak berfungsi.
2. Sambil di running, cek Ampere kabel power saat  pompa running. Jika lebih cukup tinggi ( > 10 A ) ada beberapa kemungkinan, 1)  motor mendapat beban cukup berat. ( Benda asing  seperti  endapan tanah merah, tanah kapur, dll.), volume air sudah berkurang, pompa bekerja dalam air dengan batas sangat minimum/kering dalam waktu yang lama, dan 3) lilitan kumparan stator bermasalah..3. Instalasi pompa submersible standard dilengkapi  safety untuk mendeteksi kedalaman air berupa sensor electroda. Jika sensor ini dalam kondisi baik, turunnya kedalaman air dalam batas minimum akan terdeteksi, dan automatis memutus power ke motor.

Beberapa teknisi kadang hanya mengandalkan TOR ( Thermal Overload Relay ) yang terpasang pada Contactor untuk mendeteksi kondisi pompa dan kedalaman air. Biasanya logika yang dipakai, saat kedalaman air berada dalam batas minimum, motor akan berputar dalam kondisi kering, ini akan menyebabkan kenaikan temperature motor dan ampere motor. Kenaikan dalam batas setting ampere pada TOR akan menyebabkan Contactor memutus hubungan power.
Namun teknik ini sangat tidak disarankan, prinsipnya kedalaman air tanah harus dideteksi dengan sensor yang mendeteksi kondisi langsung. Dalam jangka panjang penggunaan setting ampere pada TOR menyebabkan lilitan stator bermasalah ( short ).

4. Perhatikan  debit air, jika semburan awal tinggi kemudian melemah, kemungkinan besar volume air dalam sumur  berkurang. Jika semburannya lemah mulai dari awal motor running, ini tanda-tanda problem dari motor.
5. Angkat pompa submersible ke permukaan. Periksa kondisi fisik, adakah benda asing yang menghambat putaran shaft atau impeler. Kami pernah temui tali rafia terlilit, entah dari mana datangnya makhluk ini.

6. Cek ulang Level  kedalaman air dengan menggunakan tali ber-pemberat. Ukur  kedalaman air dan  jarak permukaan ke dasar. Saya juga pernah temui, sumur yang longsor dibagian dasarnya, kemungkinan struktur tanah labil atau efek getaran  gempa. inormasi ini penting saat penempatan titik pompa dan setting posisi sensor electroda.

7. Jika anda yakin tidak ada masalah dengan volume air dalam sumur. Fokuslaah untuk perbaiki pompa
8. Jika anda merasa yakin untuk melakukan cleaning, berilah tanda terlebih dahulu sepanjang bodi casing penutup impeler, untuk memastikan posisi pasang seperti awal. Buka impeller satu persatu, cuci lalu pasang kembali. Setelah itu buka impeller  berikutnya.
9. Periksa kondisi impeller, dan shaft. Jika sudah aus atau cacat , catat Type pompa submersible anda, lalu  dapatkan parts original di suplier resmi.

 
Impeller kondisi Not Ok

10. Cek tahanan lilitan kumparan pada rotor, jika tahanan menunjukkan nilai yang rendah, menunjukkan kumparan bermasalah, misal bocor. Jika anda menemui masalah ini, saya sarankan untuk mengganti dengan pompa yang baru.

11. Jika sudah  selesai cleaning dan pompa dirakit kembali. Test terlebih dahulu didalam bak air, debit air keluar dan ampere motor.

12. Jika tidak ada perubahan, jangan diteruskan eksperimen anda. Segera hubungi  Service Pompa resmi dan terpercaya. Setelah selesai service, minta pompa ditest kembali dan lihat ampere motor saat running. Jika masih cukup tingggi ( >10 A ), jangan diterima. Perbaikan belum  complete.
Saya rekomendasikan pemasangan dilakukan oleh  petugas service, ini penting jika anda ingin mendapat garansi perbaikan
13. Bersiaplah untuk kecewa, jika pompa submersible anda tidak dapat di repair.  Solusinya hanya satu, beli baru. Ini yang terjadi satu tahun lalu, tanpa rasa bersalah, si tukang service bilang seharusnya kami menservice pompa secara rutin dengan perhitungan  satu paket. Angkat, Cleaning, dan pasang kembali.  Saran yang aneh, bukannya  kami pakai submersible supaya biaya perawatannya murah ?

Pompa - KAMJaya

Pompa air merupakan peralatan rumah sudah menjadi kebutuhan utama di rumah tangga saat ini.
Adanya pompa air membuat kegiatan rumah tangga seperti mencuci, mandi atau menyiram tanaman menjadi lebih mudah.

Memilih pompa air sebenarnya tidak terlalu sulit, Hal yang perlu diinggat adalah jangan gampang tergoda dengan penawaran produk bagus atau harga murah, tapi perhatikan spesifikasi pompa tersebut dengan teliti.

Tips dan Trik Membeli Pompa Air

1. Ketahui sumber air terlebih dahulu

Maksudnya air yang akan di alirkan apakah dari sumur gali, sumur bor,  penampungan air atau sumber lainya.

2.Berapa tinggi permukaan air dengan pompa

Tinggi permukaan air adalah jarak antara pompa air dengan permukaan air. Jarak tersebut dapat Anda tanyakan ke tukang sumur, biasanya mereka sudah berpengalaman atau kalau sumur gali dapat dilakukan dengan mengantungkan paku pada seutas tali sampai ke permukaan air dan ukur berapa panjangnya.
Perkirakan juga pada musim kemarau dan musim hujan. Pada musim kemarau air akan susut jarak pompa menjauh. Kalau musim hujan permukaan air naik, hati-hati penempatan pompa jangan sampai kerendam air.
Hal tersebut diatas sebaiknya ketahui dulu sebelum Anda ke toko pompa.

3. Spesifikasi daya hisap dan daya dorong Pompa

Bandingkan antara tinggi permukaan air dengan daya hisap pompa. Pilih pompa air yang daya hisapnya lebih tinggi dari jarak permukaan air. Karena daya hisap yang dicantumkan pabrik adalah daya hisap maximal. Sebagai contoh kalau permukaan air kurang dari 7 meter, gunakan pompa dengan daya hisap 9 meter yaitu pompa sumur dangkal. Begitu juga seterusnya pada jarak permukaan air yang lebih tinggi.
Untuk daya dorong, kalau jaraknya pendek sekitar rumah biasanya sudah cukup, tapi kalau jaraknya panjang diperhitungkan tersendiri. Standard tersebut umumnya sama pada semua merek.

4. Daya listrik.

Tentunya daya listrik disesuikan dengan listrik terpasang dirumah anda. Pada umumnya start awal on menyalakan pompa  memerlukan daya listrik dua kali lebih besar dari daya listrik normal. Hal lain adalah daya listrik pompa yang lebih tinggi tidak mempengaruhi daya hisap pompa tersebut. sebagi contoh pompa dengan daya hisap 7 meter dengan listrik 125 watt tidak lebih baik dari pompa dengan listrik 200 watt daya hisap yang sama. Jadi pilihlah yang listrik lebih hemat.

5. Kualitas dan Harga

Kualitas pompa air banyak ditentukan oleh bahan yang digunakan. Pilih bahan yang tahan karat agar tahan lama seperti stainless steel dll.
Bahan yang berkualias mempengaruhi harga pompa tersebut. Ini tergantung budget yang Anda punya. Pompa air ada yang harga rendah seperti merek Airlux, Pompe dll. Yang sedang DAB, Panasonic, Shimizu dll. Yang tinggi Sanyo, Grundfos, Hitachi dll.
Sekarang tergantung Anda dan biasanya harga juga menentukan kualitas.

6. Garansi

Perhatikan garansi, kerena barang yang mempunyai garansi berarti pabrikan bertanggung jawab dan menunjukan juga kualitas barang tersebut baik.

PT. KAMJaya - Pompa Sentrifugal

Pompa Sentrifugal

Cara kerja

Dalam bentuknya yang paling sederhan, pompa sentrifugal terdiri dari sebuah kipas yang dapat berputar dalam sebuah rumah pompa. pada rumah pompa ini dihubungkan saluran hisap dan saluran kempa. Kipas yang dilukiskan disini terutama terdiri dari dua buah cakra dan diantaranya terdapat sudu-sudu. Terhadap arah putaran, sudu-sudu itu biasanya di bengkokan ke belakang. Sebelum pompa dijalankan, rumah pompa dan saluran hisap harus di isi dengan zat cair. Untuk menjaga agar zat cair jangan sampai mengalir melalui saluran hisap ke dalam sumur atau sumber, dibawah saluran isap dipasang sebuah katup kaki. bila kipas itu sekarang diputar dengan cepat, maka sudu kemudian akan memberikan gerak putar terhadap rumah pompa kepada zat cair yang berada dalam kipas. Gaya sentrifugal atau gaya pusingan yang terjadi disini mendorong zat cair ke jurusan keliling sebelah luar kipas. karena itu pada lubang aliran masuk C dari kipas, timbul ruang kosong dengan kata lain, terjadi hampa udara. Akan tetapi diatas permukaan zat cair dalam sumber atau sumur, bekerja tekanan atmosfer. Jadi sekarang terdapat perbedaan tekanan, sehingga kolom zat cair masuk ke dalam kipas dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Dengan demikia, ruangan yang menjadi kosong pada lubang aliran masuk kipas, langsung zat cair terisi kembali.

Pada keliling luar kipas, zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan tekanan dan kecepatan tertentu. Dalam rumah pompa ini zat cair di salurkan sedemikian rupa, sehingga terdapat perubahan kecepatan ke dalam tekanan yang sempurna. Oleh tekanan ini, kolom zat cair dalam saluran kempa digerakkan.

Zat cair bergerak sedemikian rupa dalam aliran yang tak terpututs-putus dari saluran hisap melalui pompa ke saluran kempa.

 

Kelebihannya :

  1. Pada aliran volume yang sama, harga pembelian lebih rendah.
  2. Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak ( tidak ada katup dan sebagainya.
  3. Lebih sedikit memerlukan tempat
  4. Jumlah Putaran Tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk penggerakan langsung oleh sebuah elektromotor atau turbin.
  5. Jalannya tenang, sehingga fondasi dapat dibuat ringan.
  6. Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat cair yang mengandung kotoran.
  7. Aliran zat cair yang tak terputus-putus.

 

Kelebihan dari pompa sentrifugal itu demikian besar, seingga pompa ini jauh lebih banyak digunakan daripada pompa desak. Akan tetapi demikian, untuk daerah-daerah khusus kita tetap akan mempergunakan pompa desak.

 

Water - Wastewater treatment

Discover Hydromantis

Hydromantis Environmental Software Solutions, Inc. is the global leader in water and wastewater treatment simulation technology and modelling services and the developer of the most popular software solutions for the industry including: GPS-X™, SimuWorks™, Toxchem™, CapdetWorks™, WatPro™ and ODM™.

Example of a Modeling Flow Diagram

Expert Modelling Services

Hydromantis provides expert modelling services for wastewater treatment plant design, commissioning, operational performance and planning improvements.

Plant owners, Operators and Wastewater Engineering Consultants can take the uncertainty out of critical wastewater design and operational decisions with Hydromantis’ advanced process modelling. Hydromantis delivers integrated services and technology solutions that set the world standard in wastewater treatment optimization. Hydromantis’ expertise and tools have produced measurable results for a diverse group of enterprises around the world, resulting in millions of dollars in estimated savings.

Example of a Modeling Operator Interface

PT. KAMJaya - Nama Pompa Sesuai Pemasangannya

Pompa Horisontal

horisontal-pompaHorisontal yang paling banyak digunakan mempunyai kaki di bawah kursi bantalan atau dibawah rumah pompa. ini disebut Foot Mounted, Pada suhu zat cair yang tinggi, kita dapat membuat foot mounted. Sebagai akibat dari pemuaian, akan menjadi bengkok diatas fondasi. dalam hal itu maka jauh lebih baik untuk menunjang dalam garis sumbu horisontal. Sekarang itu menjadi centerline mounted. untuk membatasi ukuran pompa dan motor, maka kedua pesawat ini seringkali dibangun bergandengan sebagai satu kesatuan: Pompa Monoblock. Kipas biasanyya dipasang pada (perpanjangan) poros : Closecoupled. Disebut juga Closecoupled, pompa yang dibangun ke dalam. Oleh karena itu dalam Industri proses sangat banyak digunakan pompa dan dalam cabang industri ini bahasa inggris menjadi bahasa pengantar, maka dalam teknik pompa sangat banyak pula ditemukan nama dalam Bahasa Inggris. Untuk Istilah dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia belum ditemukan istilah-istilah yang tepat.

 

Pompa Vertikal

 

Pompa vertical multistage

Sehubungan dengan bobotnya, rumah pompa disini dipasang dengan kaki diatas tanah. Jenis In-Line Spesial. Jenis ini dipergunakan dalam proses industri jika kondisi Hisap sangat tidak menguntungkan untuk membuat pompa bekerja dengan baik. Bagian yang sesungguhnya di pasang dalam sebuah bejana dibawah saluran : Barrel Type. Pompa ini dapat pula umpamanya digantungkan dalam tanah, didalam sebuah sumur. Dengan demikian diperoleh ketinggian aliran masuk ekstra, tanpa mempergunakan banyak ruang tempat, lengkung tambahan dan pekerjaan saluran. Penghematan ruang tempat dapat juga diperoleh dengan pompa Vertikal. Lentera yang merupakan hubungan antara bagian motor dan bagian pompa. Bantalan dari poros dipasang dalam bagian lentera ini diatas rumah pompa.

Jika ruang keatas juga terbatas, maka disini juga dapat dilaksanakan clouse coupled. Bagian lentera yang pendek tidak memiliki bantalan dan kipas dipasang pada perpanjangan poros motor. Bila kamar bawah tanah tempat dipasang sangat basah atau kadang-kadang dapat terendam air, maka haruslah diambil vertikal yang diperpanjang. Akan tetapi motor ditempatkan siatas bagian lentera tersendiri diatas lantai yang lebih tinggi. Di antara pompa dan motor terdapat poros perpanjangan tersendiri, yang kadang-kadang harus diberi bantalan pula. sudah tentu bahwa keseluruhannya harus diarahkan dengan teliti sekali. Didalam kapal biasanya terdapat  kekurangan ruangan dan juga luas lantai. disini kadang-kadang digantungkan pada dinding vertikal : Pemasangan dinding ( Wal Mounted ).

 

 

 

Pemasangan Basah.

Pompa untuk pemasangan basah, kita masih dapat mengadakan perbedaan antara ;
  1. Pompa dengan hanya pompanya saja yang berada didalam zat cair dan motor terletak diatas zat cair ( Pompa Benam danSumur Dalam yang panjang ).
  2. Pompa dan motor yang dibenamkan ke dalam zat cair ( Pompa Sungku dan Bawah Air )

Wastewater Pumps

Wastewater.

A Wastewater pump is an enclosed unit with a pump and a motor. due to this construction the wastewater pump is suitable for submersible installation in pits. in submersible installations with auto-coupling systems double rails are normally used. the auto-coupling system facilitates maintenance, repair and replacement of the pump. because of the construction of the pump, it is not necessary to enter the pit to carry out service. In fact, it is possible to connect and disconnect the pump automatically from the outside of the pit. Wastewater pump can also be installed dry like conventional pumps in vertical or horizontal installations. Likewise this type of installation provides easy maintenance and repair like it provides uninterrupted operation of the pump in case of flooding of the dry pit.

 

Normally,

wastewater pump have to be able to handle large particles. Therefore, they are fitted with special impellers to avoid blockage and clogging. Different types of impellers exist : single-channels impellers, double-channels impellers, three and four-channels impellers and vortex impellers.

 

Wastewater pumps usually come with a dry motor, which is IP68 protected. Motor and pump have a common extended shaft with a double mechanical shaft seal system in an intermediate oil chamber.

Wastewater pump are able to operate either intermittently or continously depending on the installation in question.
You might also likeclose